FILOSOFI BATU
QS. Al Baqarah [2]: 74
مَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
"Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan."
Iluminasi Batu
# Sebagian di antaranya mengalir air sungai dari padanya.
# Sebagian di antaranya ada yang terbelah lalu keluar mata air dari padanya.
# Sebagian di antaranya meluncur jatuh karena takut kepada Allah.
Frasa Filosofis Batu
# Jalur aliran sungai
# Sumber mata air sungai
# Jatuh dari posisi esensialnya menuju derajat eksistensial
Gradasi Kemaslahatan Manusia
# Sublimasi kehidupan yang semula cadas, berubah mengayomi semesta hayat alam semesta
# Diri sang manusia menjadi jalur mengalirnya peradaban adiluhung
# Diri sang manusia menjadi sumber mata air kecemerlangan peradaban adiluhung
# Diri sang manusia mampu mengatasi cengkraman pamrih duniawi, lantaran hayat dan karyanya dalam peradaban merupakan manifestasi dari keberserahan diri secara total kepada Allah.
Jakarta, 28 Februari 2015
ANWARI WMK